Daftar Perusahaan Publik Terbesar Dunia Versi Forbes Global 2000

PasangMata.id -


Forbes kembali merilis daftar Global 2000 edisi ke-24 yang memuat 2.000 perusahaan publik terbesar di dunia berdasarkan kombinasi penjualan, laba, aset, dan nilai pasar. Pada edisi 2026, nilai perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut mencetak rekor tertinggi, didorong pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Mengutip laporan Forbes, Kamis (25/6/2026), total nilai pasar seluruh perusahaan dalam daftar meningkat lebih dari US$30 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut terutama berasal dari meningkatnya minat investor terhadap perusahaan yang bergerak di bidang semikonduktor, perangkat keras, perangkat lunak, layanan cloud, hingga infrastruktur pusat data AI.

Pencapaian itu diraih di tengah berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari perang dagang, konflik geopolitik, inflasi, hingga tingginya harga energi.

Selama 2026, perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar Global 2000 membukukan total penjualan sebesar US$56 triliun, naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba gabungan meningkat 13,9 persen menjadi US$5,5 triliun, sedangkan total aset tumbuh 12,9 persen menjadi US$272 triliun.

AI Jadi Motor Pertumbuhan Korporasi Global

Forbes mencatat perusahaan yang terlibat dalam rantai pasok AI menjadi pendorong utama kenaikan nilai pasar global tahun ini.

Jumlah perusahaan yang bergerak di sektor perangkat keras komputer, semikonduktor, perangkat lunak, hingga layanan cloud meningkat menjadi 209 perusahaan, dibandingkan 186 perusahaan pada tahun sebelumnya.

Nilai pasar gabungan sektor tersebut melonjak dari US$23,9 triliun menjadi US$41,4 triliun, atau menyumbang sekitar 57 persen dari total pertumbuhan nilai pasar seluruh perusahaan dalam daftar.

Salah satu perusahaan dengan lonjakan paling signifikan adalah Nvidia, yang naik 20 peringkat ke posisi 27 dan menjadi perusahaan semikonduktor dengan valuasi terbesar dalam daftar tahun ini.

Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, juga mencatat kenaikan tajam dengan melesat 107 peringkat ke posisi 48 berkat tingginya permintaan chip memori untuk server AI.

Di sektor perangkat keras, Hon Hai Precision Industry (Foxconn) naik ke posisi 82 setelah bisnis server AI berkembang pesat. Sementara itu, SanDisk kembali masuk dalam daftar dan menempati posisi 614.

Pada sektor perangkat lunak dan layanan cloud, Alphabet berhasil naik ke posisi keempat. Adapun CoreWeave, perusahaan penyedia layanan cloud berbasis AI, mencatat lonjakan terbesar dengan naik 706 peringkat ke posisi 1.093.

Sektor Tambang dan Konstruksi Ikut Terdongkrak

Efek perkembangan AI juga dirasakan sektor material dan konstruksi yang menjadi bagian penting dalam pembangunan pusat data.

Forbes mencatat nilai pasar perusahaan material meningkat 67,5 persen, sementara laba naik 38,6 persen. Investor memberikan perhatian besar kepada produsen tembaga, litium, kobalt, bahan kimia, serta berbagai material yang dibutuhkan dalam industri semikonduktor dan pusat data.

Perusahaan tambang Rio Tinto menjadi salah satu yang menikmati tren tersebut setelah menjalin kerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) untuk memasok tembaga bagi pembangunan pusat data di Amerika Serikat.

Sementara itu, produsen baja Nucor juga mencatat kenaikan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan baja untuk pembangunan infrastruktur pusat data.

Di sektor konstruksi, nilai pasar industri naik 30,7 persen, sedangkan laba meningkat 46,4 persen. Salah satu perusahaan dengan pertumbuhan tercepat adalah Comfort Systems USA, yang melesat 698 peringkat ke posisi 93 berkat banyaknya proyek pusat data dan industri semikonduktor.

Perusahaan penyedia sistem tenaga dan pendingin pusat data, Vertiv Holdings, juga naik 353 peringkat ke posisi 821. Hingga akhir 2025, perusahaan tersebut mencatat nilai pesanan yang belum dipenuhi mencapai US$15 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

JPMorgan Masih Bertahan di Posisi Puncak

Meski sektor AI menjadi sorotan utama, Forbes menegaskan industri perbankan masih mendominasi daftar Global 2000, baik dari sisi jumlah perusahaan maupun total aset.

JPMorgan Chase kembali mempertahankan posisi sebagai perusahaan publik terbesar di dunia untuk empat tahun berturut-turut. Bank terbesar di Amerika Serikat itu dinilai unggul berdasarkan kombinasi penjualan, laba, aset, dan nilai pasar, dengan total aset sekitar US$4,9 triliun.

Secara keseluruhan, terdapat 314 bank dalam daftar tahun ini dengan total aset mencapai US$140,4 triliun, atau lebih dari separuh total aset seluruh perusahaan yang masuk dalam Global 2000.

Selain itu, terdapat 136 perusahaan jasa keuangan dan 113 perusahaan asuransi yang juga masuk dalam daftar.

Daftar 10 Perusahaan Publik Terbesar Dunia Versi Forbes Global 2000 2026

  1. JPMorgan Chase
  2. Amazon
  3. Berkshire Hathaway
  4. Alphabet
  5. Saudi Aramco
  6. ICBC
  7. Bank of America
  8. Microsoft
  9. China Construction Bank
  10. Agricultural Bank of China

Forbes menilai daftar Global 2000 tahun ini menunjukkan perubahan besar dalam lanskap bisnis dunia. Jika sebelumnya sektor keuangan, energi, dan ritel mendominasi, kini perusahaan yang bergerak di bidang chip AI, server, memori, cloud computing, serta infrastruktur pusat data mulai menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi global dan menarik minat investor dalam skala besar.

Sebelumnya Selanjutnya