Bisakah Emas Ditemukan di Kawasan Bertimah? Ini Penjelasan Geologi Usai Temuan di Melabun Bangka Tengah

PasangMata.id -


Temuan butiran berwarna kuning yang diduga emas di sejumlah titik di Desa Melabun, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Salah satu yang paling banyak dipertanyakan adalah apakah emas memang dapat ditemukan di wilayah yang selama ini dikenal sebagai kawasan penghasil timah.

Pertanyaan tersebut menjadi menarik karena Kepulauan Bangka Belitung merupakan bagian dari Southeast Asian Tin Belt atau Sabuk Timah Asia Tenggara, kawasan yang dikenal kaya akan endapan timah akibat aktivitas magma granit purba jutaan tahun lalu.

Selama ini, Bangka Belitung lebih dikenal sebagai daerah penghasil timah. Berbagai penelitian geologi maupun laporan pemerintah selama puluhan tahun mencatat keberadaan timah sebagai komoditas utama, disertai mineral ikutan seperti monasit, ilmenit, xenotim, dan zirkon.

Sementara itu, emas belum pernah tercatat sebagai komoditas tambang utama di wilayah ini.

Temuan Masih Perlu Penelitian

Kepala Bidang Geologi Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Putra Herman, sebelumnya menyebut temuan yang diduga emas di Melabun merupakan sesuatu yang "jarang terdengar" terjadi di Bangka Belitung.

Karena itu, pemerintah daerah masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah butiran tersebut benar-benar berasal dari cadangan emas yang memiliki nilai ekonomis atau hanya merupakan partikel emas dalam jumlah yang sangat kecil.

Menurut Dwi, hingga saat ini sebagian besar penelitian mineral di Bangka Belitung masih didominasi oleh temuan endapan timah, sementara laporan mengenai keberadaan deposit emas dalam skala signifikan belum pernah ditemukan.

Bisakah Emas dan Timah Berada dalam Satu Kawasan?

Secara geologi, keberadaan emas dan timah dalam satu wilayah sebenarnya bukan hal yang mustahil. Meski terbentuk melalui proses geologi yang berbeda, kedua mineral tersebut dapat ditemukan pada kawasan yang memiliki sejarah pembentukan batuan yang kompleks.

Karena itu, keberadaan timah tidak serta-merta menutup kemungkinan adanya mineral lain, termasuk emas. Namun, keberadaan emas tetap harus dibuktikan melalui penelitian geologi, pemetaan, hingga analisis laboratorium secara menyeluruh.

Batuan Seperti Apa yang Biasanya Mengandung Emas?

Secara ilmiah, emas paling sering ditemukan pada urat kuarsa (quartz vein) yang terbentuk akibat aktivitas fluida hidrotermal bersuhu tinggi.

Fluida panas tersebut mengisi rekahan batuan, kemudian mengendapkan mineral kuarsa bersamaan dengan emas dan berbagai mineral lainnya.

Beberapa ciri kawasan yang berpotensi mengandung emas antara lain:

  • Banyak ditemukan urat kuarsa berwarna putih.
  • Berada di sekitar sesar atau rekahan batuan.
  • Mengandung mineral sulfida seperti pirit (fool's gold), arsenopirit, maupun magnetit.

Berbagai penelitian geologi di dunia menunjukkan bahwa sebagian besar deposit emas memang memiliki keterkaitan erat dengan urat kuarsa hidrotermal serta mineral-mineral sulfida tersebut.

Meski demikian, temuan butiran yang diduga emas di Desa Melabun belum dapat dijadikan bukti adanya cadangan emas dalam jumlah besar. Pemerintah masih akan melakukan kajian lebih lanjut untuk memastikan jenis mineral, sebaran, serta potensi ekonominya sebelum dapat menarik kesimpulan mengenai keberadaan deposit emas di kawasan tersebut.

Sebelumnya Selanjutnya