PT TIMAH Perkuat Pelestarian Laut Bangka Lewat Restocking Cumi-Cumi dan Atraktor Bawah Laut

PasangMata.id -


PT TIMAH terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan laut yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang kembali dilakukan ialah program restocking cumi-cumi di Perairan Timur Pulau Bangka.

Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Pantai Tuing, Desa Mapur, Kabupaten Bangka, pada pertengahan Juni 2026. Dalam pelaksanaannya, PT TIMAH menggandeng Yayasan Sayang Babel Kite serta kelompok nelayan setempat.

Melalui program tersebut, PT TIMAH tidak hanya melepasliarkan anakan cumi-cumi ke habitat alaminya. Perusahaan juga menenggelamkan 10 unit atraktor cumi yang berfungsi sebagai tempat bertelur dan berkembang biak bagi biota laut tersebut.

Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika, menjelaskan bahwa restocking cumi-cumi dilakukan untuk meningkatkan peluang hidup cumi-cumi sejak fase awal pertumbuhan. Menurutnya, telur dan anakan cumi-cumi di alam memiliki risiko tinggi dimangsa predator.

Karena itu, proses penetasan di lingkungan yang lebih terkontrol dinilai penting sebelum anakan cumi-cumi dilepaskan kembali ke laut.

“Cumi-cumi memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat pesisir Bangka. Karena itu, menjaga keberlanjutan populasinya menjadi bagian penting dalam mendukung sektor perikanan dan kesejahteraan nelayan,” jelas Indra.

Dalam program ini, atraktor cumi dipasang di laut sebagai media bertelur. Sebagian telur yang menempel kemudian dipindahkan ke tempat penetasan di darat hingga menetas. Setelah cukup siap, anakan cumi-cumi dilepaskan kembali ke perairan.

Metode tersebut diharapkan dapat membantu menjaga populasi cumi-cumi di perairan Bangka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran berbagai pihak tentang pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Indra menilai program yang dijalankan PT TIMAH merupakan langkah positif dalam mengangkat potensi perikanan khas Bangka yang selama ini belum banyak mendapat perhatian. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat nelayan.

Menurutnya, pengembangan fasilitas pembenihan atau hatchery di masa mendatang juga dapat menjadi solusi penting. Dengan adanya hatchery, program restocking cumi-cumi tidak lagi hanya bergantung pada pengambilan telur dari alam.

Sementara itu, Department Head Corporate Communication PT TIMAH, Anggi Siahaan, mengatakan bahwa perusahaan terus menjalankan berbagai program rehabilitasi lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Ia menyampaikan, restocking cumi-cumi merupakan salah satu upaya rehabilitasi biologi yang dilakukan PT TIMAH untuk mendukung kelestarian sumber daya perikanan dan menjaga keanekaragaman hayati laut.

Selain berdampak pada lingkungan, program ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Selama ini, PT TIMAH telah menjalankan berbagai program rehabilitasi lingkungan laut di wilayah operasionalnya. Program tersebut meliputi pembangunan pemecah gelombang untuk mengurangi abrasi, penanaman mangrove, pemasangan fish shelter, pembangunan terumbu buatan, hingga transplantasi karang.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip pertambangan yang baik serta komitmen perusahaan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.

Melalui sinergi bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan, PT TIMAH berharap program rehabilitasi ekosistem laut dapat terus memberikan manfaat bagi lingkungan, sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan di Pulau Bangka.

Sebelumnya Selanjutnya