PasangMata.id -
PANGKALPINANG,Pasangmata.id--Panas membara! DPD Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bangka Belitung angkat bicara paling keras soal carut-marut timah Babel. Pernyataannya bukan sekedar kritikan, tapi ancaman gugatan kebijakan.
Ketua HAMI Babel, Feriyawansyah, S.H., M.H., CPCLE., melalui pesan singkat via whatsapp pribadinya, Jum'at (11/09/2026), menegaskan dengan lantang: Kami tidak di pihak korporasi, kami juga tidak mau jadi kompor yang adu domba rakyat vs PT TIMAH. Kami di pihak HUKUM dan KEADILAN.
Pernyataan ini dilempar tepat sehari setelah Aliansi ALMASTER menggelar aksi besar di DPRD Babel, 10 September 2026. Artinya, gelombang protes rakyat Babel soal timah sudah tidak bisa dibendung lagi.
"Timah ini piring nasi orang Babel dan urat nadi negara. Kalau tata niaganya busuk, yang mati bukan cuma PT TIMAH, tapi rakyat Babel sekarat!" tegas Feriyawansyah.
HAMI menduga ada skenario jahat yang sedang berjalan: Rakyat kecil yang nambang untuk makan dikriminalisasi, ditangkap, alatnya disita di halaman rumah. Sementara tambang ilegal yang besar dibiarkan beroperasi.
5 TUNTUTAN HAMI YANG BIKIN PEMERINTAH dan PT TIMAH TIDAK BISA TIDUR
HAMI tidak main-main, mereka merilis 5 tuntutan keras yang langsung menyasar jantung kebijakan:
1. BONGKAR HARGA! JANGAN RAHASIA-RAHASIAAN:
PT TIMAH diminta buka di depan publik: Berapa harga beli pasir timah yang sebenarnya? Siapa saja mitranya? Kenapa harga di Babel anjlok padahal harga timah dunia naik? Rakyat berhak tahu, bukan cuma jadi penonton!
2. KASIH KEPASTIAN HUKUM, BUKAN KETAKUTAN:
Hari ini dibilang boleh nambang, besok alat berat disita Satgas. Penambang rakyat butuh kepastian: di mana boleh nambang, di mana boleh jual, dan dilindungi UU. Jangan bikin rakyat hidup dalam ketakutan setiap hari!
3. STOP KRIMINALISASI - INI PALING MENGGETARKAN! HAMI berteriak keras:
JANGAN ADA KRIMINALISASI, JANGAN ADA PEMBIARAN! Yang ilegal harus ditindak tegas tanpa tebang pilih. Yang legal dan punya hak sah, WAJIB dilindungi negara. Jangan terbalik! Jangan yang kecil dihukum, yang besar dipelihara.
4. STOP RIBUT DI MEDSOS, DUDUK SATU MEJA:
HAMI mendukung seruan MUI Babel. Hentikan provokasi di Facebook dan TikTok yang adu domba Belitung vs Bangka, Rakyat vs PT TIMAH. Gubernur, DPRD, PT TIMAH, APH, dan penambang harus duduk bareng, buka data, cari solusi adil.
5. JANGAN GADAIKAN LINGKUNGAN DEMI EKONOMI:
Babel sudah babak belur. Jangan karena mau untung cepat, lubang tambang dibiarkan menganga, laut jadi keruh. Tambang harus legal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Kalau tidak, anak cucu kita yang menanggung dosanya.
Pesan Terakhir HAMI: Kami Siap Gugat!
Di akhir pernyataannya, HAMI Babel memberi ultimatum paling keras:
"Jika ada kebijakan yang merugikan rakyat, kami akan kritisi dan GUGAT lewat jalur hukum. Jika ada pelanggaran, proses hukum. Bangka Belitung butuh kepastian hukum, bukan ketidakpastian. Butuh dialog, bukan konflik, Butuh kesejahteraan rakyat, bukan cuma angka pertumbuhan ekonomi!"pesannya dengan nada tegas.
Pernyataan ini langsung disambut ribuan penambang. Kini bola panas ada di tangan *PT TIMAH Tbk dan Pemerintah Provinsi Babel*. Mau dengar suara advokat muda ini, atau tunggu rakyat Babel meledak?
Bagaimana menurut kalian? Setuju penambang rakyat dilindungi dan harga timah dibuka transparan? Tulis di komentar dan SHARE sampai didengar Jakarta!.
(Redaksi).