Bukan Kolong Biasa! Kolong Belubur Kace Diresmikan, Bakal Jadi Wisata Baru dan Pusat Nganggung Warga

PasangMata.id -
PANGKALPINANG, Pasangmata.id --Kalau ini bukan bukti Melayu masih hidup, apa lagi?

Suasana haru, penuh tawa, dan kental adat Melayu meledak di Desa Kace Barat, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Sabtu (13/9/2026). Tepat di puncak perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81, warga resmi punya kebanggaan baru *KOLONG BELUBUR*.

Ini bukan sekedar kolong. Ini adalah mimpi warga Jalan Belubur yang akhirnya jadi kenyataan. Dari kolong bekas tambang yang terbengkalai, kini disulap jadi ruang hidup bersama, tempat nganggung, dan calon wisata baru Negeri Serumpun Sebalai. 

Acara peresmian dihadiri lengkap pejabat daerah, tokoh adat, sampai emak-emak dan anak muda desa. Semuanya tumplek blek, bukti semangat gotong royong orang Kace tidak pernah mati.

Utusan Gubernur Hidayat Arsani Buka Dengan Pantun - Warga Langsung Bertepuk!

Mewakili Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, hadir Bapak Harpin, Ahli Hukum dan Politik Gubernur. Sesuai tradisi Melayu, beliau tidak langsung pidato kaku. Beliau buka dengan pantun yang bikin warga bertepuk riuh:

*"Ke pasar Kace membeli ikan, ikan dibeli si kakap merah, mari bersyukur kebersamaan, gotong royong membangun daerah"*.

Pantun itu bukan sekedar pantun. Itu pesan keras dari Gubernur Hidayat Arsani, Babel harus dibangun dengan kebersamaan, bukan perpecahan. 

Ketua Panitia: "Kita Tetap Nganggung, Biar Tradisi Tidak Musnah!".

Ketua Pelaksana, *Sanjaya*, yang suaranya sampai bergetar menahan haru, menegaskan satu hal yang bikin merinding:

"Dalam acara apa pun, kita tetap nganggung bersama, agar tradisi ini tidak musnah atau hilang. Terima kasih untuk Pemda, dari Provinsi sampai Desa, yang sudah wujudkan impian kami di Jalan Belubur ini," ucapnya.

Tradisi *Nganggung*  makan bersama dengan dulang kembali hidup di Kolong Belubur. Di zaman orang sibuk main HP, warga Kace Barat justru memilih duduk bersama, makan seprahan, jaga adat.

Bukan Cuma Kolong, Warga Minta Kace Dimekarkan Jadi Kace Tengah!

Euforia warga tidak berhenti di kolong. Dengan penuh semangat, warga menyampaikan aspirasi besar: *Mekarkan Desa Kace menjadi Desa Kace Tengah!*.

Alasannya jelas, Desa Kace sudah terlalu besar, pembangunan harus lebih merata. Jika Kace dimekarkan, pelayanan akan lebih cepat, pembangunan lebih adil.

Tentu semua harus sesuai prosedur dan administrasi yang berlaku. Tapi sinyalnya sudah jelas, Warga Kace Barat sudah siap naik kelas. 

Kini, Kolong Belubur bukan lagi sekedar genangan air. Ia adalah simbol kebangkitan, simbol gotong royong, dan simbol bahwa di kabupaten Bangka, adat Melayu tidak akan pernah hilang. 

Pernah nganggung di Kolong Belubur? Setujukah Desa Kace dimekarkan jadi Desa Kace Tengah? Tulis di komentar, biar didengar Bupati dan Gubernur. 

Sebelumnya Selanjutnya