Guru Nasir: Aksi Kami Murni Suara Rakyat, Bukan Pesanan Bos Timah

PasangMata.id -
PANGKALPINANG, Pasangmata - Isu ALMASTER dibiayai bos timah merebak jelang aksi 10 September 2026. ALMASTER jawab tegas: *hoaks.*

Melalui Juru Bicara *Guru Nasir*, Aliansi Masyarakat Terdzolimi (ALMASTER) Bangka Belitung membantah keras tudingan ada dalang di balik gerakan mereka, termasuk isu keterlibatan bos atau kolektor timah dan sosok bernama Ibu Desi.

"Kami tegaskan dengan tegas: tidak ada bos kolektor timah, tidak ada pihak pengusaha, tidak ada kepentingan kelompok tertentu, dan sama sekali tidak ada kaitan dengan Ibu Desi yang mendanai atau menggerakkan aksi kami," ujar Guru Nasir di Sekretariat ALMASTER, Selasa (9/9/2026).

Nasir menyebut isu itu sengaja disebar untuk mencemari gerakan murni masyarakat dan mengalihkan fokus dari persoalan sebenarnya.

*Tantang Pembuat Isu Buktikan ke APH*

Guru Nasir menantang pihak yang menuding untuk buka bukti, bukan cuma lempar isu di grup WA dan warung kopi.

"Jika ada pihak yang menyebut kami dibayar atau disuruh, silakan tunjukkan buktinya ke aparat penegak hukum. Jangan sekadar menyebarkan isu atau berita hoaks untuk mengalihkan perhatian dari persoalan yang sebenarnya. Kami turun ke jalan karena rakyat berbicara, bukan karena ada yang menyuruh," tegasnya.

ALMASTER menegaskan, gerakan mereka lahir dari masyarakat yang langsung merasakan dampak di lapangan. Aksi dilakukan atas kesadaran sendiri, bukan perintah atau bayaran.

*5 Tuntutan Utama ALMASTER yang Belum Selesai:*

1.  Hak kebun plasma yang tertunda hampir 30 tahun
2.  Evaluasi kinerja Satgas PKH yang ambil alat berat warga di pemukiman & evaluasi Satgas Nanggala Halilintar / Satlap Trisakti
3.  Tata niaga timah yang adil dan transparan
4.  Penyelesaian konflik kawasan hutan
5.  Kepastian hukum bagi masyarakat penambang

*Besok Sidak Smelter yang Tumbuh Kayak Jamur*

Bukan cuma bantah, ALMASTER juga umumkan langkah balasan biar tidak terus difitnah didanai smelter.

"Mungkin gerakan besok kami akan meminta semua pihak terkait bersama ALMASTER akan menyidak smelter-smelter yang tumbuh seperti jamur di musim hujan yang baru mendapat RKAB, kemudian sesuai tidak RKAB itu dengan IUP nya," ungkap Guru Nasir.

"Kami akan menyidak ke sana dan kami menanyakan rumus perhitungan RKAB-nya seperti apa nanti. Jangan sampai smelter swasta tersebut dituduh oleh pihak tertentu sebagai pihak yang mendanai pergerakan kami. Kalau sudah kami sidak dan pasti kesal dengan langkah kami berarti pihak smelter tersebut BUKAN PENDANA kami karena kita takut difitnah lebih lanjut," lanjutnya.

ALMASTER menegaskan akan tetap aksi secara damai, tertib, dan konstitusional, tanpa terikat kepentingan pengusaha timah manapun. Gerakan ini milik rakyat.

_Penulis: Tim Redaksi Pasangmata_

Sebelumnya Selanjutnya